"Kill me," lirih Nandira, tak tahu keinginan dari mana. Namun setelah menyaksikan sendiri semuanya, dia merasa bahwa dia lah yang akan tersisih. Mereka semua yang mendengar pun menumpukan fokus pada gadis itu, tak terkecuali Frans yang saat ini tengah duduk dengan wajah babak belur. Air mata pun mengalir dari pelupuk mata Nandira. Gadis itu bahkan sudah berdoa untuk menjemput kematiannya. "Nan," panggil Glen, memastikan kalau istrinya itu bercanda. Namun setelah melihat air matanya mengalir, Glen sadar bahwa Nandira tidak bercanda. "Jangan. Stop!" titah Glen dengan kedua bola mata nyalang pada Alana yang perlahan ingin merapatkan jari telunjuknya di pistol itu. Gladis menurunkan tangan Glen yang menghalangi jalannya. "I am fine, trust me." Gadis itu pun mengembangkan senyum. Cukup ba

