Siang itu, Nandira tampak sedang menggoreng lumpia di dapur. Setelah mengingat jauh ke masa-masa sekolah dulu, gadis itu mengingat saat dia dan Glen rebutan lumpia terakhir di lapak Bu Susi. Kenangan itu membekas dan muncul kembali dalam ingatannya. Sesekali Nandira tertawa kecil ketika menggoreng lumpia itu. Ingatan lucu tentang hari itu menambah semangatnya untuk menghasilkan camilan kesukaan mereka dulu. "Belum selesai, Nan?" Itu suara ibunya. Wanita paruh baya yang bernama Dian itu menghampiri putrinya. "Sebentar lagi, Ma. Tinggal digoreng, kok," jawab Nandira seraya menoleh pada ibunya. Tadi, ibunya sudah sempat membantu gadis itu mengisi lumpianya dengan chicken ball dan sayuran. Saat ini lumpia itu hanya tinggal digoreng agar bisa dinikmati. "Sudah adzan dari tadi, kamu so

