25. Takdir Baik yang Menentukan

1250 Words

Malam dingin berkelip bintang, cahaya bulan menemani, menjadi saksi atas perbedaan yang terjadi di antara dua tempat. Di satu sisi, tampak Gladis yang tengah duduk dengan kepala menunduk, pikirannya kalut, mendengarkan segala bentuk permintaan tanpa perasaan yang keluar dari mulut ibunya. "Kalau kau tidak setuju dengan syarat Mama, kau tidak boleh tinggal di sini. Memangnya siapa yang ingin membiayai kebutuhan hidupmu!" Gadis itu menatap nanar ke bawah, air matanya kering, begitupun bibirnya. Dia salah jika berpikir rumah ini adalah kebebasan baginya. Rumah itu justru kandang harimau, dan dia akan kembali terjebak jika tidak segera pergi dari sana. *** Sementara itu, di sisi lainnya, Glen baru saja bangkit dari posisi berbaringnya, lalu mendudukkan tubuh di pinggir ranjang. Dia merai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD