The Destiny

1069 Words

Usai menutup pintu ruang rawat inap, Vasili segera berjalan dengan cepat menuju Vladimir. Ia melihat tuannya sedang tercengang menatap wajah pria yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. "Tuan Vladimir, ada apa?!" Vasili mencemaskan keadaan Vladimir. Wajahnya terlihat semakin murung dan tidak terlihat semangat sama sekali. "Di mana Kendrik?" Vladimir bertanya tanpa memalingkan wajahnya dari Viktor. "Kendrik pergi membelikan minuman untuk Anda, Tuan Besar." Kali ini, Vladimir mengalihkan perhatiannya kepada Vasili. "Tatap wajah pria ini baik-baik, Vasili!" Vladimir berseru dengan tegas dan lugas. Ia menggeser sedikit posisi berdirinya agar memudahkan Vasili mengamati wajah Viktor. "Bagaimana, Vasili?! Saya percaya bahwa kedua matamu tidak pernah salah mengenali seseorang."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD