Maksim meraih rambut Viktor dan menariknya ke belakang. Ia memperhatikan wajah Viktor yang penuh luka lebam juga pakaian yang sudah kotor. "Saya tidak ingin dia meregang nyawa dengan mudah. Karena menyiksanya dengan perlahan merupakan hiburan bagi saya." Maksim berkata seolah-olah ada sesuatu yang diinginkannya. "Ya, saya ingin dia melihat pernikahan saya dengan Zoya diselenggarakan juga melihat kehancuran keluarga Konstantin. Ha ha ha!" Maksim tertawa keras. Ia melepaskan rambut Viktor dengan kasar. Kemudian, menatapnya lekat-lekat. "Sangat disayangkan jika wajah tampan ini mendapatkan luka jaringan parut, bukan? Zoya pasti akan ketakutan, lalu meminta cerai padamu, Viktor!" Buk! Maksim melayangkan satu tinju ke wajah Viktor yang pastinya membuat luka lebamnya semakin terasa saki

