44

2684 Words

POV Satria "Baiklah, jika itu maumu, mulai sekarang ibu tidak akan ikut campur urusanmu lagi. Ibu juga tidak akan memaksamu cari pengasuh. Tidak akan memaksamu cari pembantu." Aku memandangi ibu, yang berkata dengan tatapan sedih seperti akan menangis. Melihat ibu seperti itu aku jadi tak tega, maka aku mendekat lalu merangkul pundaknya. Tidak biasa-biasanya ibu semelow ini. "Bukan begitu maksudku, Bu. Maaf jika ucapanku melukai perasaan ibu. Dari awal sudah kukatakan bahwa aku tidak ingin ada pembantu." Ibu mengangguk. "Ya, baiklah." Aku memandanginya dan menarik napas. "Tidak masalah ibu ikut campur, tapi jangan terlalu ikut campur," kataku. "Ya baiklah," sahut ibu lagi. Oh ya ampun, tidak ibu tidak Nina sama-sama ngambekan. "Baiklah, Bu, aku mau berangkat kerja. Sekalian nanti ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD