''Bagiku mempermainkanmu sangatlah mudah sang ketos Rendi Raditya Mahendra!''
- Maharani Queen Maudi A. M -
"gua yang nanya ke lu seharusnya!". ucap Queen tak ingin kalah
"ya gue lah! Seharusnya tanya ke lu!" Ujar Rendi dengan keras dan tak mau kalah dengan Queen
"Dasar ketos belagu! Lu pasti ngikutin gue ya! " Tuduh queen
"Ogah! Unfaedah banget gue ikutin lu! Seharusnya gue yang nanya ngapain lu disini? " Sarkas Rendi
"Ya suka-suka gue lah kemana aja, gak kayak lu kerjaannya kepoin hidup orang mulu" Sewot queen
"Heh dasar mulut cewek gak bisa di filter, gue gak segabut itu sampai kepoin hidup orang apalagi hidup lu yang bukan orang" Ucap Rendi tak mau kalah
"Apa lu bilang? Yang bukan orang itu lu ya bukan gue dasar gak sadar diri" Sinis queen menatap sengit Rendi
"Kenapa gue! Gue disini karena ini rumah gue lah lu? Dasar suka gak sadar diri" Ketus Rendi ngegas tepat didepan queen
"Woi b**o, lu ribut mulu sih. Eh Yan ternyata lu udah dateng.'' Ucap Radit setelah mendengar keributa antara adiknya dengan adik temannya
"Woo iya dong demi lu". Jawab Riyan dengan nada dibuat-buat menggoda
"Jijik gua dengar lu yan". Ketus Radit memandang Riyan jijik
"Haha b**o". Kekeh Riyan
"eh ni adek lu kan? Queen? Atau saha namanya? Ratu? masih inget gua nggak?" Tanya Radit dengan menatap gadis disamping Riyan
“Eh bang Radit kan? Woo Pasti dung masih inget, makin tampan aja bang xixi”. Jawab queen semangat
"pasti kotoran haha". Ledek Radit
"tapi sayang dia gak punya cewek wkwk, gak ada gunanya tampan". ledek Riyan ke Radit
"Eh enak aja lu Yan, gini-gini gua setia sama Dina". Sarkas Radit tidak terima
"Oh emang kak Dina masih inget lu bang haha". Timpal Rendi mengejek
"Diem lu -_-, ketus Radit
"ya iyalah orang dia umpt ..". jawab Ratu yang tiba-tiba mulutnya dibekab si Rendi
"Ternyata gua satu sekolah sama ratu bang hehe, AUW! Sakit b**o!". Ucap Rendi lalu melepaskan tangannya karena digigit oleh queen
“Rasain lu buaya Darat!”. Ketus queen mengusap bibirnya kasar menghapus jejak tangan Rendi
"Ya udah ayuk silahkan masuk gih Ratu Riyan". Ucap Radit mempersilahkan keduanya masuk
"nih pesenan lu b**o". Ujar Riyan memberikan bungkus makanan dari cofe tadi pada Radit
"ututu baek banget sih". Ucap Radit memerima makanan dari Riyan
Aku dan kak Riyan masuk ke dalam rumah bang Radit yang luas banget. Aku berjalan di belakang bang riyan sejajar dengan si ketos tengil satu ini.
"ikut gua!". Paksa Rendi menarik pergelangan tangan queen
"apa sih! gak mau!". Tolak queen menyentak kan tangan Rendi dari pergelangan tangan nya
"inget! awas lu kalo berani ngomong ke abang gua!". Ancam Rendi menatap gadis itu menghunus
"ngancem nih? gak takut gua wlekk". bal Ratu dengan menjulurkan lidahnya.
Unik juga lu, Gadis sialan! awas lu kalo di sekolahan! liat aje! gak bakal ku biarin lu tenang di sekolah.
@Ruang keluarga
"lu mau minum apa Yan?". Tanya Radit
“wine yak, auw sakit dek!”. Jawab Riyan santai
"jangan berani lu minum bang! kasih jus aja bang radit". Ingat queen mentap tajam Riyan
"gua pengen dek hmm :(". Pinta Riyan memohon
"inget kesehatan lu bang ish! udah ah serah". Tegas queen menatap tajam penuh peringatan pada Riyan
"Haha lucu banget sih kalian berdua jadi rasanya pengen punya adek cewek teman cowok". ucap Radit gemas melihat interaksi antara queen dan Riyan
"adek cewek mah bawel apalagi yang satu itu kek beruang kutub ". Ledek Rendi
" Eh Enak aja lu ya, sini lu! ". Ketus queen hendak melempar Rendi dengan vas bunga didepannya
" eh eh dek udah jangan gitu ". Cegah Riyan menyambar vas bunga yang dipegang oleh queen dan meletakkan nya di bawahnya
" lagian dia ngeselin gak disini dan di sekolah ish ". Kesal queen mengadu pada sang kakak
" kayaknya kalian berdua udah deket aja nih ciyee, ehem ". Timpal Radit
" MASA BODO! ". Jawab Ratu bersamaan dengan Rendi
" uhuk uhuk. . keselek nih Dit ".ujar bang Riyan tersedak air
"ihhh bangggg, kalo gini mending gua kagak ikut!". jawab Queen dengan mencomot satu pizza
"kagak ikut nyesel lu dek haha". Ucap Riyan mengusap surai queen
"udah ihh". Ujar queen tetap makan pizza
"Sini sini dilap dulu, saosnya kebanyakan sih". Tutur Riyan mengelap saos yang belepotan diwajah queen
"Henak bang". Jawab queen sambil mulut penuh nasi
"diem dulu bentar". Ingat Riyan mengusap surai queen yang direspon acungan jempol oleh queen
"Manis sekali Kali sih kalian, sini gua lap di lu k*****t". Ucap Radit hendak mengusap mulut Rendi
"ogah, gua bukan anak kecil yang makan beletotan". Garang queen memukul tangan tak ada ahlak Radit
"Woo iya dong selalu mah". Ujar Radit sem
"Udah Makan dulu gih bang Radit".
Ucap queen diangguki Radit
Disini kami berbincang-bincang, melahap pizza sambil bercanda bareng.
@Queen Pov
menceritakan si Ketos tengil itu suka pandang deh, aneh! bodo amat ah. Mungkin dia terkesima dengan kecantikan gua haha
@Rendi Pov
Anjay .. cantik amat si Ratu gua .. meskipun judes gituu, apalagi makan beletotan. ututu pengen milik dia deh, mimpi apa sih gua semalem sampe dia ke rumah gua. Apaan sih Rendi! inget lu harus jual mahal di hadapan dia. Selesai
..
Pukul 23.00
Tak terasa hari semakin malem. Seorang gadis yang setia tertidur di bahu kakaknya sedangkan lainnya sedang menikmati percakapan.
"Aduh .. capek amat sih .. udah malem pula". Keluh Riyan menggerakkan kepala dan tangannya
"eh iya gak nyangka yan, lu mau cabut?". Tanya Radit menatap Riyan
"iye tapi gua kan harus nyari buku gua yang ketinggalan disini, lu sih b**o gak bisa nemuin" Ucap Riyan.
"yee maap bro, jadi gimana? eh k*****t". Ucap Riyan berpikir sejenak lalu memanggil Rendi
"apaan !?". Tanya Rendi menatap Riyan
"Lu jadi sandaran adek gua mau ya Ren, habis itu gua cabut dah" .minta bang Riyan ke Rendi
"eh kok gua bang? kenapa gak dibangunin aja". Protes Rendi
"lah terus siapa lagi emang hah !? ya mana yang bisa lah". Tanya Riyan
“iya dah iya .. berisik”. Jawab Rendi mengalah
“ya udah gih kesini ren”. Ucap Riyan menunjuk tempatnya duduk
Rendi pun berpindah tempat dan menggantikan bang Riyan di sebelah Queen. Dengan pelan Riyan Mengalihkan sandaran kepala ratu ke arah bahu Rendi.
"kita ke atas dulu yak". Pamit Riyan
"iye jangan lama-lama". Sewot Rendi
Riyan dan Radit pun siap mengambil buku yang ada di kamar atas. Kini hanya ada Ratu dan Rendi yang ada di dalam ruang tamu. Degup jantung Rendi berdetak keras dan wajah yang semburat merah. Sekilas ia melihat Wajah tempat tidur Queen yang tertutupi Rambut panjangnya. Ia sibakkan rambut yang menggambarkan wajahnya.
"kenapa sih lu cantik banget?". Tanya Riyan menatap wajah cantik queen yang sedang tidur
"cantik tapi bawel amat, sepertinya gue suka lu". Lanjut Rendi
“Hoam .. rasanya ngantuk bet”. Uap Rendi
Cup ..
Rendi mengecup pelan dahi Queen, tiba-tiba tangan Queen menerapkannya erat. Membuat jarak yang tiada lagi. Rasa kantuk tak tertahankan. Akhirnya si rendi tertidur dengan cara ia mengecup Queen. Saling bersandar dan berpelukan di satu sofa. Menikmati malam dan kehangatan yang terasa. Hingga kedua abang mereka melihatnya terharu.
Cekrek ..
Si radit dengan iseng memotret mereka buat kenang-kenangan.
"Dit .. gua cabut yak". Pamit Riyan
"besok subuh aja baliknya okey?". Pinta Radit
"lha? kasian adek gua njay". Jawab Riyan
"inget tugas profesor belum kan lu". Tutur Radit
"sini ngerjain sama gua aja". Ajak Radit lagi
"terus adek gua gimana dong". Tanya Riyan
Mentap adiknya yang tertidur
"udah lah biarin mereka menikmati haha". Ucap Radit
"t***l lu, iye dah". Jawab Riyan terkekeh
"gih ke kamar ngerjain tugas". Ajak Radit
"oke". Jawab Riyan
Radit dan Riyan pun kembali ke atas, tetap kedua adek mereka. Karena yang terpenting adalah Tenggat waktu tugas mereka. Harapan dari Riyan adalah semoga adeknya bisa kembali bahagia seperti dulu dengan kehadiran si rendi
Tak terasa pertemuan singkat mengubah 1 kata yang benci menjadi suka, Meski mereka tak menyadari satu sama lain. Mungkin inikah takdir awal mereka mengenal?