Ara tampak tergopoh keluar dari kamarnya. duduk di kursi kayu yang terletak di samping meja makan kecil yang terbuat dari kayu usang, tudung saji berwarna biru berada di atasnya. Bangun pagi lalu memasak untuk makan pagi, siang dan sore mereka sudah menjadi kebiasaannya. Bagitupun hari ini, makanan sudah tersedia, ia mengambil piring lalu mengisinya dengan nasi dan lauknya. Sarapan dengan sedikit terburu-buru. Adi yang baru keluar dari kamarnya langsung duduk di kursi yang masih kosong, posisinya berlawanan arah dengan kursi yang di duduki Ara dengan meja makan sebagai pemisahnya. Adi menatap putrinya yang sangat tampak sedang tergesa-gesa. "Ayo sarapan, Pak," ujar Ara melihat Adi yang hanya diam menatapnya. "Ara, ada yang mau Bapak tanyakan sama kamu." Adi malah menjawab dengan se

