24 September 2020
"Hei... Happy Anniversary buat kita Berdua. . . . Aku gak Lupa kan ? . . . Kamu gak perlu lagi ingetin aku kayak Tahun-tahun sebelumnya, Mulai Sekarang aku akan Selalu ingat kok" Ucapku Tersenyum Memandang Batu Nisan yang Bertuliskan namanya Zerah Axelo
"Hei Bro! ... Apa kabar ? Gue harap loe baik-baik aja disana, Sorry Gue jarang dateng Jenguk lo, dan Sorry Juga gue gak tau kalo ini hari Anniversary Kalian, gue jadi Pengganggu banget deh"
Aku segera menoleh mencari Arah Suara Laki-laki itu, aku tidak asing dengan Suara ini, Aku kenal Suara ini.
"yaampun Raymon ? Gue kira Suara Setan"
"hei, lo nyindir Zerah Sekarang ?" Aku menutup Mulutku dengan Kedua tangan, aku gak bermaksud mengatakannya 'maafin aku yaa Zer' ucapku dalam Hati.
"Zerah bilang karena ini hari Jadi kalian, dia udah maafin kok" Ucap Raymon Sambil Tertawa Pelan
" Reseee lo"
" hehehe... hai Aline, lama tidak Berjumpa... Gue Seneng liat lo Sudah bisa Tersenyum dihadapan Makam Zerah"
Aku Tersenyum, Menatap Raymon yang Masih Belum Mengalihkan Perhatiannya padaku. dia masih Memandangi Batu nisan Zerah.
" Berat Sebenernya diawal, tapi Gue mencoba untuk Bangkit terus, gue yakin gue bisa dan... ini dia Gue yang Sekarang, Belum bisa Ikhas Seratus persen, Tapi gue berdamai dengan diri gue sendiri. Gue sering datang ke sini, untuk meyakinkan Diri gue Sendiri kalau Zerah memang udah gak ada, karena ada Sebagian dari diri Gue mengatakan kalau ini gak nyata, dan hanya Mimpi Buruk aja...tapi Perlahan gue udah bisa Terima kok Sekarang" Ucapku tersenyum, kemudian Raymon Mengalihkan Pandangannya kearahku.
" Begitupun gue, tapi gue memilih untuk gak datang kesini. Berat buat gue, bahkan untuk lihat Nisan Zerah aja gue gak Sanggup"
Aku mendekati Raymon dan menepuk-nepuk Punggungnya Perlahan berharap bisa meringankan Beban dihatinya saat ini.
"Gue tau kok Rasanya"
"Thanks lin "
Sebenarnya banyak sekali yang ingin aku Tanyakan ke Raymon saat inj, Seperti Selama ini dia ada dimana, Setahun ini rasanya aku tidak Pernah melihatnya, Bahkan di Ruman Jenny Sekalipun. Apakah dia baik-baik saja ? Sekarang Raymon terlihat lebih kurus dibanding Tahun lalu, Semoga dia baik-baik saja ucapku dalam hati. aku tidak ingin melontarkan semua Pertanyaan itu padanya di hadapan Zerah.
"lo udah Selesai ? atau masih mau Ngobrol dengan Zerah ?"
" udah kok, Gue cuma mau anter Bunga ini buat Zerah, kenapa ? "
" Ayo Gue anter Pulang "
" Okeii "
" Zer, Gue Izin anter Aline Pulang ya... gak papa kan ? Gue balik dulu, Gue bakal kesini lagi"
Aku menatap Heran ke Arah Raymon, 'Apasih maksudnya pake izin ke Zerah' Ucapku dalam Hati.
"Ayo lin" Ucap Raymon menggengam tanganku menuju Mobilnya, Aku melotot melihat genggaman Tangan Raymon yang begitu Erat, Beberapa kali aku mencoba melepaskan genggamannya, namun Ternyata aku tidak cukup kuat melepasnya.
Raymon akhirnya Melepaskan Genggamannya dan Membukakan Pintu mobil Tempat Aku akan duduk. aku melihat Telapak tanganku yang memerah ulah Raymon.
"Sorry lin, Abis lo mau lepasin terus sih" aku memasang wajah Jutekku tanpa mau membalas Ucapan Raymon.
"Setahun ini gue menghukum diri gue Sendiri, gue Kerja terus Siang Malam, tanpa peduli kesehatan gue, Gue melakukan nya semata Karena gue mau lupain semua hal Tentang Zerah, Bahkan elo juga mau gue lupain, gue terbebani oleh ucapan Zerah,.. membuat gue semakin kepikiran sama lo, Apa lo baik-baik aja Selama ini ? Apa lo masih Sering nangisin Zerah ?, banyak hal yang mau gue tanyain tapi gue kembali ingat kalo lo Seseorang yang di Cintai Sahabat gue, bahkan sampai diakhir dia Terus Mikirin lo, bahkan mikirin masa depan lo"
Raymon Terdiam sesaat lalu kembali Tersenyum Menatapku, jujur aku tidak tau harus merespon apa Semua ucapan Raymon ini, aku hanya bisa diam sambil Menatap kasihan Pada Raymon.
"Tapi Semalem, Zerah Ngunjungin gue. Kehadiran dia di Mimpi gue membuat gue Semakin yakin kalo yang Sebelumnya gue lakukan itu salah. gue menyesali Semua "
" Mulai Sekarang gue akan Melanjutkan lagi Perjuangan gue yang Sebelumnya, untuk dapatin hati lo Aline... kali ini Zerah udah kasih Izin, bahkan mandatin ke gue buat jaga lo"
" hah, Apasih ! " Ucapku kaget
" gue tau buat lo gak ada yang bisa gantiin Zerah dihati lo lin, tapi buat gue lo gak harus mengganti Zerah dihati lo, cukup buka Pintu hati lo yang lain, biar Gue dan Zerah punya Tempat Masing-masing di hati lo, lo gak perlu lupain dia... biar dia jadi kenangan lo dan gue jadi masa Depan lo"
" Gue gak tau, gue masih Syok ketemu lo yang tiba-tiba Ngomong kayak gini"
" yaudah ... gak usah dipikirin, ayo gue anter Pulang" Ucap Raymon sambil menyalakan Mesin Mobil dan Berlalu .
Sesampai dirumah aku masih memikirkan Ucapan-ucapan Raymon yang Membingungkan buatku, aku tidak mengerti.