" Keluar dari kamarku sekarang!!". Teriak Jeffan mulai meradang. Untuk pertama kalinya ia menunjukkan kemarahan seperti itu. Sosok gadis yang sudah lelah mengejarnya menangis mencoba meraih lengannya. " Lien please!!!". Gadis yang tak lain adalah Dayna itu mencoba menghapus air matanya " Aku bukan Lien, namaku Jeffan, dan kau tahu itu. jangan datang kepadaku lagi dengan menawarkan dirimu". Tukas Jeffan meraih dan mencengkram kasar dagu gadis itu. sorot matanya menajam seolah Jeffan yang lembut hilang tertelan didalamnya. " Aku sangat mencintaimu Lien, aku mencarimu, apa kau lupa.. waktu kecil kita selalu bersama, kau memetikkan bunga bunga indah untukku, hanya kau yang menghargai aku melebihi semuanya, saat seluruh kerajaan bahkan tak menganggapku ada." Tangis Dayna terisak. Perlahan

