Author's POV _____________ "Alice, kau tega sekali membiarkanku sendirian di luar." Sjhon berdiri di depan pintu kamar Alice. Berulang kali dia memanggil kekasihnya. "Ini sudah sore, dan tidak mungkin kau tertidur karena kita punya janji sore ini. Alice ...," rengek Sjhon. Suaranya seperti ingin menangis. Kekasihnya sejak tadi tidak mau menyahutinya. "Alice ...," panggil Sjhon sekali lagi. Dia sudah pasrah sebenarnya. Tetapi, dia ingin memastikan bahwa Alice baik-baik saja di dalam sana. "Diamlah, aku sedang membaca buku!" teriak Alice. Terdengar suara tepukan antara buku dan telapak tangan. Itu membuat Sjhon terkejut. Sampai tubuhnya tersentak. Walaupun terdengar marah dan menyeramkan tetapi Sjhon merasa lega karena Alice tidak apa-apa. "Maaf ...," cicit Sjhon. Dan akhirnya,

