BAB 24 – HERA ANASTASIA ABDILLAH

1499 Words

Pagi ini aku menemukannya di dapur, abangku yang sedang bergelut dengan beberapa tomat dan sosis. Wajah paginya sangat segar dan tampan, selalu tampan. Katakan saja aku brocon, kondisi dimana seorang saudari terlalu mencintai saudaranya. Sebagai seorang yang menyayanginya, kepo adalah sesuatu yang wajar, bisa dianggap perhatian. Lagipula tidak ada yang lebih mengenal Hans Abdul Abdillah daripada aku. Hera Anastasia Abdillah, adiknya. "Bang! Gak pengen cari yang lain aja? Udah ditolak puluhan kali lho!" sapaku santai. Aku sengaja duduk di depannya, memperhatikan gerakan lincahnya membuat nasi goreng pagi ini untuk sarapan kami. Tinggal beberapa hari lagi aku di sini dan abang bersedia membuat sarapan demi menyambutku. Benar-benar terbaik. "Pertanyaan bodoh!" balasnya tanpa menyambut k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD