Jangan lupa love nya karena itu sangat membantu perkembangan cerita ini. Happy reading.... **** 6.30 wib. Paginya, aku berpikir suasana akan lebih canggung setelah kejadian itu, tapi ternyata tidak. Raut wajah nya tenang, seolah-olah tidak ada suatu hal yang dia lakuin. Terlebih lagi, Devian tidak tidur bersamaku tadi malam. Mungkin dengan Luna? Mungkin. Aku masih merasakan rasa sakit yang sama, setelah Arleta dan Luna? Lalu apalagi setelah ini. Hatiku tidak sekuat batu, yang sewaktu-waktu bisa terkikis oleh air yang terus menghujami nya. Aku akui, aku telah masuk kepesona suamiku sendiri. Dan masih bisa menerima meski rasa sakit yang terus diberikan nya. Seperti ini, dia kembali kekamar dengan menyuruhku menyiapkan baju, memasak, bahkan mengeringkan rambutnya setelah mandi. Saa

