Episode 2

400 Words
"Harusnya kamu turuti apa kata mama. Jika kamu mau menikah dengan Dewi, kamu gak akan kerepotan begini setiap hari antar jemput Raina ke rumah mama. Dewi pasti akan jadi ibu yang baik but anak mu." "Ya sudah Gandi berangkat dulu ya ma." Pamit Gandi tanpa membalas ucapan ibunya Melati. "Kalau mama sudah ngomong kamu selalu begitu." Omel Bu Dinar melihat kepergian menantunya sambil menggendong balita berumur dua tahun. Gandi memijat pangkal hidung nya sesampai di restoran. Yap, Gandi sudah sukses di karirnya. Bahkan satu restoran peninggalan kedua orang tuanya sekarang sudah bercabang di beberapa kota karena kerja keras nya. Tapi semua yang sudah di capainya sekarang tidak begitu berarti lagi karena Melati tidak bisa lagi mendampingi nya. Dua tahun yang lalu Melati mengalami pendarahan hebat saat melahirkan putri mereka Raina. Sekarang Raina lah alasan Gandi bertahan di dunia ini. Kening Gandi mengerinyit dia baru ingat kalau sekarang adalah awal bulan. Segera Gandi membuka aplikasi internet banking di ponsel nya dan mentransfer sejumlah uang ke rekening seseorang. "Bagaimana kabar gadis itu sekarang?" Monolog Gandi sambil menyandar ke kursi kerjanya. Gandi mengurungkan niat nya yang ingi menjemput Raina karena melihat Raina di gendongan Dewi adik iparnya tersenyum ke arah nya memasuki restoran. "Mas mau pulang?" Gandi mengangguk menjawab Dewi yang masih tersenyum padanya. "Aku baru pulang bawa Raina jalan-jalan, berhubung udah sore. Kita ke sini deh sekalian bisa pulang bareng. Gak papa kan mas." "Oh ya udah ayok." Gandi sedikit canggung pada Dewi semenjak mertua nya ingin menjodoh-jodohkan nya dengan Dewi semenjak meninggalnya Melati. Apa lagi belakangan ini Dewi terang-terangan seperti mendekatkan diri padanya. Tak pernah sedikitpun terpikir menggantikan posisi Melati dengan Dewi. Rasanya aneh, Dewi yang dulu segan pada nya sebagai seorang suami dari kakaknya sekarang malah seperti menyetujui keinginan ibunya. "Danu liburnya masih lama gak mas?" Danu melirik sekilas saat Dewi bertanya padanya. "Memangnya kenapa?" Tanya balik Gandi masih fokus menyetir. Danu adalah putra pertama Gandi yang tinggal di yayasan sekolahnya. Mungkin karena suasana rumah sepi, Danu malah ingin tinggal di yayasan semenjak kematian ibunya. "Mama ngajak kita liburan, katanya sih tunggu Danu libur dulu. Mas mau ikut kan?" Tanya Dewi antusias. *** "Kamu masih belum selesai mir?" Tanya seorang wanita paruh baya yang memakai snelli ke arah wanita mudah berpakaian perawat. Wanita cantik itu tersenyum ke arah dokter yang berdiri di depan nya. "Sedikit lagi dok, mau ngerapiin file pasien aja kok." "Ya udah kalau gitu saya duluan ya."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD