Epilog

764 Words

Bukan tentang sempurna atau tidaknya sebuah lagu. Tapi, tentang dengan siapa kita mendengarnya. Tentang kenangan yang tercipta di sana. *** Pernikahan mereka dihiasi warna-warni bahagia. Meski pesta telah usai, tapi senyum di wajah Sara dan Damian tak pernah pudar. Seperti saat ini. Di atas pangkuan Damian yang duduk di kursi rodanya, Sara memekik ketakutan karena Darian mendorong kursi roda daddy-nya seolah tengah memainkan mobil-mobilan. "Darian berhenti!" "Ini menyenangkan, Sara." "Iya, Bunda. Ini menyenangkan bagiku dan Daddy melihat Bunda menjerit-jerit!" ucap Darry antusias dengan wajah polosnya. Damian tergelak. Meskipun menyetujui Darian, tetap saja ia takut Darian hilang kendali dan menyebabkan kedua orang tuanya tersebut tersungkur ke depan. Dengan erat, sebelah lengannya

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD