Typo bertebaran. Part belum di revisi. *** "Aku ingat bahwa kita adalah orang asing," ujar Ellina dengan melirik Lexsi tak berminat. "Saat kita bertemu lagi, jangan menyebutku sebagai kakakmu, atau menyentuhku! Aku bukan anak dari keluarga Rexton," peringatnya sambil berlalu. "Jadi kau benar-benar masih hidup?" tanya Lexsi dengan senyum tipis. Hatinya jelas berkecamuk hebat. Ada rasa tak percaya juga rasa benci yang dalam menekan jiwanya. Tapi dia memilih untuk tenang dalam menghadapi Ellina. Ellina berbalik dan tersenyum sinis. "Apa kau kecewa karena aku tidak mati?" Lexsi menarik tangan Ellina paksa. Membawa Ellina duduk dalam sebuah cafe yang sepi. Dia menatap Ellina berkali kali dan semakin menyadari bahwa gadis yang sangat ia benci itu terlihat baik-baik saja dan sem

