Ellina menatap monitor di hadapanya dengan wajah penuh minat. Semangat hidupnya tampak sangat berkobar. Ia tak menyadari, bahwa hal yang di masa lalu ia tinggalkan menjadi hal yang peling dia rindukan saat ini.
"Baiklah, mari kita lihat, ada tantangan apa yang menunggu. Aku harus mengambil semua uang yang mereka tawarkan."
Senyum Ellina terkembang lebar tanpa sadar. Matanya mulai bergerak liar dan mengklik beberapa perlombaan meretas dan yang lainnya. Dia juga mendapati beberapa akun atas nama dirinya, 'White Fox' berkeliaran bebas. Melihat itu dia cukup terkejut.
"Kenapa ada banyak akun White Fox setelah aku tinggalkan. Mereka, apakah mereka pikir bisa main-main dengan nama akunku? Baiklah, ayo tunjukkan pada dunia. Bahwa White Fox yang asli telah kembali."
Tatapan sinis dengan niat yang membara menyulut semangat kian berapi api. Matanya berkedip sesekali sebelum Jari-jarinya bergerak liar dengan sangat cepat. Dalam hitungan menit, beberapa lomba meretas tingkat bawah telah dia hancurkan. Lalu berlanjut hingga ke tingkat berikutnya. Dan malam ini, dunia peretasan kembali mengalami kegemparan. Nama White Fox kembali mencuat dengan sangat cepat.
Bunyi 'ding' selalu bersahutan dengan teratur. Dengan itu juga hadiah uang yang di tawarkan telah masuk ke akunnya. Ellina tersenyum, dia semakin liar dan lebih liar lagi dalam menghancurkan dunia peretasan. Melewati semua tantangan dengan sangat mudah. Tanpa dia sadari, di sudut ruangannya duduk, Irlac telah berdiri sangat lama. Pria itu mengikuti sejak Ellina keluar dari kamar hotel dengan sangat hati-hati.
Irlac memperhatikan semuanya. Bagaimana jari Ellina menari cepat di atas keyboard. Bagaimana istri kecilnya tersenyum penuh kemenangan. Dan bagaimana semua ekspresi kepuasan terlintas. Dia terhibur, terkejut, dan tak bisa menahan rasa bahagianya. Lalu pikirannya hanya satu. Dia segera keluar dari sudut ruangan itu dan menunggu Ellina di luar. Tangannya jelas menghubungi sebuah nomor.
"Kakek, ini aku."
"Irlac, bagaimana kabarmu? Apakah kau telah mendapatkan informasi?"
Sudut bibir Irlac meringkuk tipis. Membuat wajahnya terlihat sangat tampan. "Aku belum memastikannya. Tapi rasanya, akan membutuhkan sedikit waktu. Ini tentang informasi rahasia itu. Kakek, apakah benar, tak ada yang dapat membukanya selain Bibi dan --"
"Semua informasi tentang Bibimu, Elvi memang terkunci. Tak akan ada yang bisa membukanya selain dirinya. Tapi, kau tahu sendiri. Bibimu telah meninggal, anaknya pun tak selamat. Namun aku tak tahu, kenapa informasi terbaru mengatakan bahwa sebenarnya anaknya selamat dari kecelakaan tersebut. Cucuku masih hidup,"
Irlac tersenyum saat mendapati suara serak dengan isakan pelan di ujung sana. "Kakek, jika aku menemukannya, aku akan segera membawa pulang."
"Dia, cucuku, apakah benar-benar masih hidup? Kenapa ada informasi palsu yang mengatakan bahwa dirinya telah tiada? Dan kini, kenapa Cucuku sangat sulit di temukan?"
"Kakek, sabarlah. Apakah kakek percaya padaku? Aku mengenalnya dari kecil."
"Anak baik, aku akan percaya padamu. Aku percaya padamu. Temukan dia, aku percaya bahwa informasi terbaru dari orangku tak akan salah. Dia pasti masih hidup,"
"Kakek tak perlu khawatir. Aku akan menanganinya, juga mencari orang yang memberikan informasi palsu tentang kematiannya. Aku akan memastikan bahwa mereka tak akan dapat hidup tenang. Sekarang, istirahatlah, aku akan mengatur semuanya."
Irlac mematikan teleponnya, lalu menghubungi Damon dengan cepat.
"Apa yang kau dapatkan?" tanya Irlac langsung saat telepon tersambung di ujung sana.
"Tuan, semua informasi tentang kematian Nona Ellina dan Ibunya benar-benar di palsukan. Karena terjadi sangat lama, jadi membutuhkan waktu untuk menggalinya. Lalu, informasi tentang keberadaan Nona Ellina tersiar karena perusahaan Reegan World Grup yang telah menggali semua informasi. Kurasa, dari sana kita semua mulai tahu bahwa nona Ellina masih hidup."
Irlac memijit pelipisnya pelan. "Kenapa mereka mencari tahu?"
"Karena dari informasi yang aku dapatkan, Nona Ellina bukan anak kandung dari keluarga Rexton. Dan hal ini di sadari oleh Tuan Muda keluarga Reegan. Lalu pria bernama Kenzie ini menggali semua informasi dan menemukan informasi Nyonya Elvi dengan nama samaran yang digunakan selama nyonya tinggal di kota z. Delvina, semua orang mengenalnya dengan nama itu. Tapi informasi asli itu terkunci. Saya telah mencoba meretasnya, namun gagal. Sepertinya hanya Nyonya sendiri yang dapat membukanya."
Irlac tertegun. Dia kembali mengingat tentang kata-kata kakek yang baru saja di teleponnya. Kakek pun mengatakan, bahwa informasi asli tentang bibi Elvi tak dapat dibuka oleh siapapun.
"Dia, bukankah tunangan istri kecilku?"
"Tuan benar. Setelah tahu bahwa nona Ellina bukan anak kandung keluarga Rexton, dia memutuskan seluruh kerjasama hingga perusahaan Rexton collaps. Dan berakhir semua asetnya di lelang dan kita menemukan,"
Irlac mengetatkan rahangnya sedikit. Dia kalah cepat dengan pria itu kali ini. Tapi dia tak akan mengalah lagi. Dia tak akan membiarkan istri kecilnya pergi melupakannya lagi.
"Tuan, ada informasi yang sangat penting. Ini tentang Nona."
Pikiran Irlac yang sempat tergeser kini kembali. "Apakah ada masalah serius?"
"Nona kehilangan sebagian ingatannya sejak kecelakaan itu terjadi. Dia juga baru tahu bahwa dirinya bukan anak kandung keluarga Rexton. Tentang tanah bagian timur, aku merasa bahwa nona juga tak mengingatnya juga semua tentang ibunya. Itu kenapa tanah tersebut berada di tangan tuan Aldric dan berakhir di perlelangan."
Kabar itu mengejutkan Irlac. Dia langsung menoleh kebelakang, mencari keberadaan Ellina di dalam sana. Ingatannya berputar pada saat pertemuan mereka beberapa jam lalu. Dan kemudian dia mengerti, kenapa istri kecilnya tak mengenalnya sama sekali. Itu jelas karena kekasihnya kehilangan ingatannya.
"Tuan," panggil Damon di ujung sana karena merasa Irlac sama sekali tak merespon. Tapi dia terus saja berbicara. "Apakah Tuan terkejut? Seperti yang Tuan tahu, kita tak akan menemukan keberadaan nona dengan cepat jika bukan karena tuan pernah melihat surat-surat kepemilikan tanah tersebut saat masih kecil. Meski itu hal kecil tapi ingatan tuan membuat semuanya menjadi sangat mudah."
Irlac masih tak dapat merespon. Semua terlalu mengejutkan untuknya. Tapi dia sadar, bahwa gadis di dalam sana yang tengah ia tatap dari luar telah bergerak. Mulai berdiri dan membayar penyewaan komputernya.
"Aku tahu. Selediki tentang tuan muda Canuto terlebih dahulu. Karena tiba-tiba istri kecilku tinggal di samping kamarku,"
"Apa? nona Ellina kembali?
"ini memang cukup aneh, tapi aku merasa semua tak semudah itu. selidiki dengan cepat, dan jangan biarkan informasi apapun bocor."
"Baik, Tuan."
Irlac segera menutup teleponnya dan tersenyum saat melihat Ellina mulai melangkah menyusuri jalanan. Dia menyusul. Dengan cepat dia berdiri di hadapan Ellina dan tersenyum manis. Dia tanpa aba-aba menarik tangan Ellina lembut dan mengecupnya. Lalu membawa tangan Ellina ke pipinya.
(Nb= Gambar di atas adalah karakter Irlac Fallon Agate. Jadi karakter Irlac dan tokohnya sudah pos yahh,)
"Selamat malam, istri kecilku," sapa Irlac lembut. tatapannya sangat teduh dengan hati berbunga. Hal itu membuat wajahnya tampak sangat tampan.
Ellina terkejut dan tertegun. Dia menarik tangannya cepat dan menatap kesal. "Kau--"
"Disana sangat ramai, ayo jalan-jalan." potong Irlac tak membiarkan Ellina bereaksi. Dia menarik lembut tangan Ellina lagi untuk berjalan di sisinya.
"Lepaskan, aku bukan istri kecilmu," tolak Ellina mencoba menarik tangannya lagi dari genggaman Irlac. Tapi Irlac menahannya. Pria itu menatap kedepan dengan senyum yang sangat manis.
"Kau tahu, dulu saat kita masih kecil kau selalu mencoba mendekatiku. Saat kita makan bersama, kau selalu memberikan kacang mete milikmu padaku. Kau menyukai es cream dan selalu memakan bagianku. Kau juga menyukai kopi dengan cream banyak milik ibumu, lalu kau akan menagis jika aku harus belajar dantak bermain bersamamu. Kali ini, aku akan mengajakmu bersenang-senang. kau pasti akan menyukainya,"
Ellina membeku. Langkahnya terhenti. Dia menatap pria di sampingnya dengan tatapan tajam. Jantungnya jelas mulai berpacu karena informasi yang baru saja dia dengar. Pria ini, apakah benar-benar mengenal dirinya? Kenapa pria ini tahu beberapa hal yang ia sukai dengan sangat mudah? Lalu, kenapa dia merasa bahwa semua hal yang dikatakan pria di sampingnya bukanlah suatu kebohongan? Hatinya mulai hanyut dan penasaran. Tapi dia hanya menatap datar dengan mata takmengerti arah pembicaraan yang pria ini katakan.