Feri VS Fadlan

2088 Words

Feri baru saja tiba di rumah. Namun kehadiran Ando di ruang tamu membuatnya menghentikan langkah. Lelaki itu menghela nafas berat. Matanya memandang lurus ke depan. Tak menatap Ando sama sekali. Pun Ando yang sok sibuk belajar dengan beberapa buku di meja. Namun Feri tahu, bahwa Ando menunggu kepulangannya. Karena tak biasanya Ando belajar di ruang tamu. “Daddy bukannya tak mau membantu. Tapi kamu bisa mengira sendiri, bang. Kalau ini akan sulit,” tutur lelaki itu lalu berjalan gamang. Sara menyambutnya dengan senyuman tipis. Usai menyalami suaminya, ia berjalan menghampiri Ando. Wanita itu menatap pilu anaknya yang sedang memberesi buku-bukunya dengan lesu. Sudah tak mood belajar. Ia butuh ketenangan jiwa. Dan rasa-rasanya, ia tak sanggup jika harus di sini. “Abang,” tegur Sara. Ando

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD