Skakmat Cinta

2107 Words

“Kak Ras,” gumamnya. Tangannya terkepal erat. Lalu tanpa sadar me-nyungging senyum. Sementara Farras telah berjalan keluar dari butik Tiara. Allah......kakinya lemas seketika hingga terduduk dengan kedua lutut bersimpuh. Senyumnya makin mengembang lalu terkekeh sambil mengusap wajah. Mengenang kalimat yang diucapkan Farras tadi. Mengabaikan dua orang karyawan kakaknya yang mengerut bingung atas apa yang terjadi. Terlebih saat kekehan itu berubah menjadi tawa kecil lalu tubuh Ando yang serentak bersujud. Menangis dalam sujud. Awalnya isakan itu pelan lalu berubah kencang.  Allah......terima kasih. Ia tak tahu lagi harus mengucap apa selain terima kasih yang tak terhingga pada-Mu. Jika begini, rasanya ia picik sekali ketika menganggap cinta itu beban. Tapi apa dayanya? Ia hanya sang khilaf

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD