Farras menghempas tubuhnya ketika melihat tempat tidur. Gadis itu menaruh tasnya sembarangan. Tangannya merogoh-rogoh saku gamisnya. Mengambil ponsel yang ada di dalam sakunya. Lalu mengusap layarnya, tercenung sebentar. Saat mengaktifkan data seluler, ia membuka aplikasi Line. Haaah. Ia menghela nafas. Masih tak ada balasan dari Ando. Pesan darinya, diabaikan lelaki itu. Sakit? Jelas. Apalagi saat ia baru membaca pesan dari abangnya yang melapor bahwa Ando sudah membalas pesan lelaki itu. Tapi pesannya? Ia mendengus lalu melempar ponsel itu dan menelungkupkan tubuhnya. Berupaya berpikir, ia harus bagaimana? Lalu Ando kenapa? Lelaki itu kenapa? Ia pusing lalu memilih duduk. Membuka kaos kakinya lalu melemparnya ke ranjang baju kotor. Setelahnya, ia merebahkan lagi tubuhnya. Kepalanya me

