Ban 23. Diancam

1105 Words

Astaghfirullah ya Allah, bapak ... masih saja berharap Ibu datang kembali pada bapak padahal jelas-jelas ibu pergi bersama lelaki lain. Dulu, awal-awal ibu beralasan pergi karena kebiasaan bapak yang suka berjudi dan minuman keras. Tetapi, sebagian warga katanya ada yang melihat kalau ibu pergi dengan lelaki lain di ujung desa. Lelaki itu menjemput ibu menggunakan mobil bagus. Semenjak itu, aku tidak berharap ibu lagi. Aku selalu berpikir, jika ibu memang sayang padaku, pasti ibu akan kembali ke kampung. Nyatanya, tidak pernah. "Sekarang kan Bapak udah gak punya utang sama juragan. Kamu gak perlu khawatir, Nak," sambung bapak karena aku tak menanggapi ucapannya. "Bukan masalah punya utang sama juragan. Justru aku takut nanti Bapak mabuk-mabukan lagi, judi lagi. Aku gak mau, Pak. Aku ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD