"Apakah John mampu memberikan semua ini untukmu?" Suatu malam, di malam terakhir mereka, Kendall melontarkan pertanyaan ini setelah mereka saling menyatu dalam tarian erotis. Lampu samar-samar kamar sudah Kendall hidupkan kenbali, menampakkan siluet Celline yang sempurna di balik selimut bercorak garis-garis. "Apa maksudmu, Kendall?" tanya Celline mengetatkan pegangan tangannya pada ujung selimut yang melindungi tubuh. "Setiap kali kusentuh, responmu mengatakan seolah-olah kau haus akan sentuhan dan kasih sayang. Teriakanmu seolah mencerminkan jiwamu yang kering akan perhatian. Jadi, aku bertanya-tanya. Apakah John tak bisa melengkapimu dalam hal ranjang, sehingga kau dibiarkan sehaus ini terhadap sentuhan laki-laki?" nada Kendall terdengar sinis, menatap Celline yang wajahnya mula

