2. 12 tahun, kini di pertemukan kembali

742 Words
    Akila kini sudah berada di lantai 35 dimana ruang CEO berada. Akila di sambut oleh salah seorang staf dengan ramahnya.  Hallo, aku Akila Arham, asisten baru CEO.  Halo, asisten Akila. Selamat datang di lantai 35. Aku Delia Nath, aku akan menjadi asisten anda. Mari Kak Akila saya antarkan ke meja Kak Akila. Namun Akila begitu gugup, karna Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat bertemu Alex setelah perpisahan mereka 12 tahun yang lalu. Di sisi lain Rey Sidarta sedang berusaha memenangkan tender bernilai milyaran. Rey yang begitu sibuk melupakan kekasih hatinya. Ia pun dengan cepat mengambil ponselnya dan menelpon Akila. Hallo Sayang, Kamu lagi ngapain? Makan siang bareng yuk! Ajak Rey. Ok, baiklah. Aku juga udah kangen banget sama kamu. Jawab Akila. Aku nunggu kamu di tempat biasa ya. Ya udah, aku selesaikan pekerjaan aku dulu. Daahhh.       Tepat pukul 13.00. Akila yang sudah selesai dengan pekerjaannya, dan beranjak pergi, untuk makan siang bersama kekasihnya Rey Sidarta. Langkahnya terhenti saat lift khusus CEO terbuka. Kini mereka saling bertatapan satu sama lain, Akila berusaha menahan tangisnya, karna Ia merasa sangat familiar dengan sosok yang ada di depannya. Alexander menatap Akila begitu intens dan terlintas di pikiran Alexander kenangan antara mereka berdua dulu, namun tidak dapat di pungkiri, Alex menahan tangisnya. Dan terdapat banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan kepada Akila, alasan ia meninggalkan dirinya 12tahun yang lalu. Akila meremes tasnya begitu kuat. Dan memberanikan diri untuk menyapa atasannya.      Halo, CEO Alex, saya asisten baru anda, Akila Arham. Alex berjalan meninggalkan Akila tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Akila tak menyangka Alex akan begitu dingin terhadapnya. Ada apa dengan pria itu? Kenapa saat pertama melihatnya jantungku berdetak begitu kencang. Siapa dia mengapa aku merasa seperti aku mengenalnya? Namun Akila menepis semua yang ada di pikirannya. Akila pun mempercepat langkahnya untuk makan siang bersama Rey.      Alex masuk ke ruangannya. Ia duduk di kursi kekuasaannya dan memejamkan kedua matanya. Tanpa Ia sadari butiran bening jatuh tepat di pipinya. Sungguh Ia sangat merindukan Akila, namun Ia mengingat apa yang di lakukan Akila 12 tahun yang lalu terhadap dirinya.  Akila kini sudah berada di restoran jepang bersama Rey. Rey begitu merindukan Akila, karna 2 pekan Ia melakukan perjalanan bisnis dan melupakan kekasihnya. Sayang, maafkan aku, aku begitu sibuk dan melupakanmu. Kata Rey. Akila tidak mendengarkan apa yang di katakan Rey. Karna Akila saat ini sedang melamun. Rey begitu binggung melihat tingkah Akila, yang sedari tiba, hanya berdiam diri. Sayang, 'Hey, kamu kenapa, kok dari tadi hanya diam aja' Aku lagi mikirin kerja yang pada numpuk. Akila berbohong.  Hmmm... sayang bentar malam kita dinner yuk! Besok sampe sebulan, aku ada perjalanan bisnis ke Turky. Aku pengen banget nonton film sama kamu, mau ya.  Ya udah, bentar jemput aku di kantor. Jawab Akila Baiklah, makasih sayang. Hhmmm Akila berdehem...       Akila kembali ke Houten Group, di antar oleh Rey. Keduanya kini sudah berada di Houten Group. Rey turun dan membukakan pintu untuk kekasih hatinya. Namun tanpa di sadari ada sepasang mata melihat ke arah mereka, dengan raut muka yang tidak dapat di artikan.  Rey kembali mengemudikan mobil. Akila yang sudah tidak melihat mobil kekasihnya langsung masuk ke perusahan. Akila pun masuk ke lift, menuju lantai 35. Akila kini sedang bergelut dengan beberapa file untuk meeting perdana bersama CEO Alex dan para direksi besok hari, hari pun sudah mulai gelap, dimana sang kekasih hati sudah menunggu Akila di depan perusahan.  Akila dengan cepatnya mengantar file ke ruangan CEO. Toktoktok.... Masuk! Akila membawa secangkir kopi dan beberapa file di tangan sebelahnya. CEO Alex, ini analisis laporan yang kau minta. Dan ini kopimu. Kalau tidak ada yang lain, aku permisi dulu. Alexander tidak membalas perkataan Akila, dan menatap Akila begitu dingin.  Akila keluar dengan cepatnya karna Rey sudah menunggunya sedari tadi. Namun Alexander tidak sekalipun mengalihkan pandangannya, dan menatap ke arah Akila yang berjalan keluar dari ruangannya. Akila kini sudah berada di lantai dasar perusahaan dan berjalan ke arah pintu keluar. Rey Sidarta adalah pria tampan, baik dan Ia adalah CEO di Juandy Group. Ia adalah pria yang selama ini menemani Akila, di saat penyakitnya kambuh. Ia pun yang mengantar Akila 12 tahun yang lalu , ke Inggris. Rey maaf sudah membuatmu menungguku, begitu lama. Rey pun mengecup pucuk kepala Akila, dan berkata Aku akan melakukan apapun untukmu, selama kau bahagia sayang. Akila tersenyum dan  berjalan bergandengan tangan bersama Rey. Disisi lain ada Alexander yang menatap geli melihat kebersamaan Akila dan Rey, namun hatinya begitu hancur melihat Akila menggandeng tangan pria lain.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD