Lucky dan Rafael yang melihat itu juga kaget kenapa raut wajah Sean dan Sam berubah. "Sam Swan," ujar Sam gugup lalu mengulurkan tangannya tapi Sean tak membalas uluran tangan Sam hanya melihat Sam tajam. "Bro kenapa kau begitu," bisik Rafael merasa tidak enak pada Sam. "Sepertinya Sean terpesona oleh Sam, hati-hati Luck kau punya saingan berat," bisik Rafael pada Lucky dan Lucky melihat gestur tubuh Sam gelisah. "Ada apa dengan mereka," kata Lucky dalam hatinya. "Uncle Sen, kenapa tak membalas jabatan tangan olang lain?" tanya Sera yang masih digendongan Sean. "Kata Miss ku di sekolah kalo ada olang yang beljabat tangan kita halus membalasnya itu bentuk dali kesopanan," ujar Sera. "Baiklah gadis kecil." Sean tersenyum manis pada Sera "Sean Johanson," ujar Sean datar. "Sam Swan,"

