3 hari kemudian...
Setelah 3 hari kematian Samuel, Sam menyalahkan dirinya sendiri. Sam merasa bukan anak yang berbakti seharusnya dia lebih sering disamping Samuel bukannya berlibur dengan Sean.
"Stella bagaimana keadaan Sam?" tanya Ursulla.
"Sam masih sama mom," kata Stella.
"Sebaiknya Sam kita bawa ke California saja sayang," kata Nicholas
Ursulla dan Nicholas memutuskan datang ke London. Mereka dapat kabar bahwa Samantha hanya menangis dan berdiam diri di kamarnya karena meninggalnya Samuel.
"Sam ini mom sayang," kata Ursulla menghampiri Sam.
"Mom...mom... aku penyebab daddy meninggal mom," tangis Sam.
"Bukan sayang... bukan kau penyebab Samuel meninggal," kata Ursulla.
"Aku salah mom tak bersama daddy saat dihari terakhirnya,"
"Malah aku pergi dengan...." pembicaraam Sam terputus saat melihat kedatangan Stella di kamarnya.
Sam merasa lelah dengan drama ini semua, hubungan perselingkuhan nya dengan Sean yang kakak ipar nya sendiri, perasaan bersalah pada Stella.
"Mom bawa aku ke California, sudah tak ada alasan lagi aku di London," ujar Sam.
"Sam kan masih ada kakak di sini jangan pergi Sam hanya tinggal kau keluargaku, kau adikku Sam," tangis Stella.
"Kak aku hanya ingin menenangkan diriku saja di California," ujar Sam.
"Tapi kan kau akan di wisuda 2minggu lagi," kata Stella.
"Nanti aku akan kembali kak,"
Saat Nicholas menunggu di ruang tamu dia melihat kedatangan Sean.
"Mengapa kau disini Sean? Samantha lagi berduka," kata Nicholas.
"Aku suami Stella Mr. Cooper," kata Sean.
"Berarti kau yang selama ini menanggung biaya pengobatan Samuel," ujar Nicholas tak percaya
"Iya aku Mr. Cooper," kata Sean.
"Kau tak ada maksud tertentu kan pada Sam?" Selidik Nicholas.
Sean hanya diam tak menjawab, Nichollas tau betapa bencinya Sean pada Samuel dan betapa cintanya Sean pada Samantha. Sean berjuang dari nol hingga 4 tahun menjadi sukses agar layak di mata Samuel daddy wanita yang dia cintai dan memaafkan kesalahan masa lalu yang diperbuat Samuel. Tapi apa yang Sean dapatkan lagi lagi penolakan dari Samuel. Samuel sangat membenci Sean yang tak dia ketahui alasannya apa.
"Jangan katakan kau dalang dibalik kecelakaan Samuel, Sean" tanya Nicholas.
"Entahlah Mr. Cooper tapi aku sangat berterima kasih padamu berkat kau kenalkan aku dengan banyak pengusaha aku bisa jadi sesukses sekarang dan layak untuk Samantha" kata Sean dengan percaya diri.
"Tapi statusmu kakak ipar Sam, Sean,"
"Apa Stella tau kau pernah berpacaran dengan Sam?" Tanya Nicholas lagi
Sean hanya diam, dia tak bisa menjawab semua pertanyaan Nicholas.
"Diammu berarti Stella tak tau kalau suaminya mantan pacarnya adiknya," kata Nicholas.
Mereka hanya saling berdiam diri, tak lama Ursulla pun datang bersama Stella.
"Sean...” panggil Ursulla kaget melihat Sean di rumah Stella.
"Mom kau mengenal Sean? Maaf kan aku tak pernah memberitahu kalau Sean suamiku," kata Stella tersenyum pada Ursulla.
Ursulla hanya terdiam dan menatap Nicholas gelisah.
"Sayang Sam sudah siap," kata Nicholas.
"Iya sayang... aku akan kembali ke kamar Sam dulu," kata Ursulla lalu kembali ke kamar Sam.
Rencananya baru besok mereka akan kembali dan membawa Samantha ke California tapi begitu melihat Sean, Ursulla berubah pikiran, dia ingin segera membawa Samantha kembali ke California. Tak baik jika Samantha dan Sean di dalam 1 rumah yang sama. Ursulla tau betapa cintanya Samantha pada Sean. Ursulla melihat reaksi Stella yang bersikap biasanya jadi berfikir sepertinya Stella tak tau kalau Sean suaminya merupakan mantan pacar adiknya sendiri. Ursulla khawatir Samantha menjalin hubungan terlarang dengan Sean kakak iparnya sendiri.
"Sam katakan sama mom dengan siapa kau pergi liburan di Paris?" tanya Ursulla pada Sam.
"Aku...aku..." Sam tak dapat menjawab.
"Dari banyak semua tanda di lehermu ini sepertinya kau pergi dengan Sean" kata Ursulla.
"Makanya kau merasa bersalah tak bisa bersama Samuel saat hari terakhirnya," kata Ursulla menahan amarah.
"Kau gila Sam... Sean itu kakak iparmu," kata Ursulla lagi.
"Aku bersalah mom... tolong aku mom, aku ingin pergi dari Sean mom, bawa aku pergi menjauh dari Sean mom... aku tak bisa menolak Sean mom, aku terlalu mencintainya, perasaan ku yang dulu tak pernah hilang mom." Sam menangis dan penyesalan sudah berselingkuh dengan kakak ipar nya sendiri.
"Malam ini kita langsung pulang ke California, mom tak ingin Stella tau kalau suaminya berselingkuh dengan adiknya sendiri,"
"Iya mom..,” kata Sam masih menangis.
"Tak usah bereskan barang barangmu nanti biar mom belikan yang baru di sana" kata Ursulla tergesa gesa.
Ursulla tak ingin Sean menahan Samantha. Ursulla tak tega jika harus melihat Stella terluka dan sakit hati karena perbuatan Samantha yang berselingkuh dengan kakak iparnya sendiri.
Sam dan Ursulla sudah di ruang tamu yang disana ada Nicholas, Sean dan Stella.
"Sam sudah siap?" tanya Nicholas.
"Iya dad kita berangkat sekarang," ujar Sam tanpa menoleh pada Sean.
"Loh kok tiba tiba bukannya besok baru ke California mom," kata Stella yang menahan tangan Sam.
"Maaf kak, aku harus pergi sekarang," kata Sam.
Sean tak bisa menahan Samantha pergi, Sean tau Samantha masih terluka karena rasa bersalahnya pada Samuel.
Samantha pun berpelukan dengan Stella
"Jaga dirimu baik baik yaa Sam, selalu hubungi kakak. Kakak menyayangimu Sam," kata Stella dan Sam menganggukan kepalanya.
Lalu Sam pun memeluk Sean.
"Aku mencintaimu Sam, aku akan menjemputmu kembali untuk disisiku," kata Sean berbisik.
Samantha hanya bisa menangis saat mendengar perkataan Sean, bagaimana pun Samantha hanya mencintai Sean tapi dia akan mengalah demi Stella kakaknya, tak mungkin dia merusak rumah tangga kakaknya. Cukup Samantha saja yang menahan hatinya yang terluka jangan Stella. Stella sudah sangat baik pada Samantha.
Mereka pun berpamitan...
Sean menatap nanar dan merasa sakit dihatinya tak dapat melepaskan Samantha,
sudah tak ada alasan lagi bagi sean untuk mengancam Samantha untuk selalu berada disisinya...
Bagaikan buah simalakama bagi Sean, satu sisi dia senang Samuel penghalang terberat hubungannya dengan Samantha meninggal dan satu sisi dia sangat sedih wanita yang dia cintai meninggalkannya.
"I promise whatever it takes to get you back Sam," kata dalam hati Sean.