Kini Azura sudah siap dengan setelan outfit nya, dengan mengenakan dress turtleneck di bawah lutut berwarna maroon dan di padukan dengan mantel bulu berwarna hitam dan tak lupa dengan sepatu boots berwarna hitam
Dengan rambut nya yang terurai membuat kesan anggun dan penuh wibawa melekat pada diri nya
Setelah merasa diri nya siap, Azura pun mengambil tas selempang nya dan keluar dari kamar nya bertepatan dengan keluar nya Gerald kakak Azura dari kamar nya juga
"Mau keluar?" Tanya Gerald
Tapi Azura memilih mengabaikan Gerald karena masih kesal pada nya perihal ikan cupang nya yang mati
"Yaelah gitu doang ngambek lo." Sahut Gerald sembari mengikuti Azura dari belakang yang mulai berjalan menuruni tangga
Azura masih saja diam tak membalas ucapan Gerald, Gerald yang tak menyerah pun terus mengajak Azura berbicara walaupun tetap di abaikan oleh gadis itu
Saat sampai di bawah mereka berdua berpapasan dengan Jane ibu kedua nya, "Mau keluar sayang?" Tanya Jane pada Azura
"Em, bunda mau titip sesuatu?" Tanya Azura balik sembari mencium pipi ibu nya
"Ga ada sayang, kamu hati hati di jalan yah." Ucap Jane lembut
Azura mengangguk lalu pergi dari sana tak lupa menatap sinis Gerald, Jane yang merasa kedua nya dalam keadaan bertengkar lagi pun bertanya pada Gerald
"Kamu apain lagi adik kamu?" Tanya Jane
"Ikan cupang nya ga aku kasih makan, udah tiga hari jadi mati deh tu ikan cupang nya." Jelas Gerald
"Ikan cupang yang di kasih sama anak nya bi Marni?" Tanya Jane memastikan
Gerald mengangguk mengiyakan, "Dia emang bener anak nya Edward." Lirih Jane
"Yaudah, bunda mau ke kamar dulu." Pamit Jane lalu pergi dari sana meninggal kan Gerald yang sudah berjalan menuju dapur
Sedangkan Azura, kini gadis itu sudah mengendarai mobil nya di jalanan ibu kota yang cukup ramai di penuhi oleh anak anak remaja
Azura menekan nomor seseorang di ponsel nya dan tak lama panggilan nya pun di angkat
"Keberadaan nya sudah pasti bukan?" Tanya Azura pada orang yang di telfon nya
"Ya nona, beberapa menit yang lalu saya sudah dari sana dan memastikan dia masih berada di sana dengan orang yang sudah saya pastikan bahwa dia adalah sekretaris nya." Jelas pria itu yang bernama Rafael, kaki tangan kepercayaan Azura
Mendengar hal itu membuat senyum kecil Azura terbit, lalu tanpa berkata apapun Azura menutup sambungan telfon nya dan semakin menginjak pedal gas nya agar laju mobil nya semakin cepat
Jangan remehkan Azura dalam mengendarai mobil, Azura termasuk sangat ahli dalam mengendarai mobil. Bahkan saat ada waktu luang, Azura selalu ikut balap mobil baik itu liar ataupun resmi. Dan hasil nya Azura akan selalu menempati posisi pertama
Setelah menempuh perjalanan kurang dari lima belas menit, akhir nya Azura pun sampai di sebuah restoran korea
Setelah memarkirkan mobil nya, Azura segera masuk ke dalam area resto dan mencari sosok yang ingin di temui nya. Tak lama mata Azura pun menangkap sosok yang ingin di temui nya, dan seperti yang di ketahui Azura pria itu sangat populer
Lihat saja sekarang, mulai dari anak remaja bahkan ibu ibu memuja pria itu seakan mereka akan di hiraukan oleh pria itu. Dengan melihat wajah datar pria itu saja, seharus nya mereka paham bahwa pria itu tak tersentuh
Tapi begitu lah wanita, melihat yang tampan mereka pasti akan langsung klepek klepek. Dan sekarang demi balas dendam nya, Azura akan menurunkan semua ego nya di depan pria itu
Azura berjalan dengan anggun mendekati pria itu, suara hentakan sepatu nya membuat ruangan resto itu yang tadi nya ramai berubah menjadi sunyi, kini Azura telah menjadi pusat perhatian menggantikan pria tadi bahkan pria itu kini mengalihkan tatapan nya pada Azura
Di balik kaca mata hitam nya, Azura juga menatap pria itu dan sedikit merasa senang karena perhatian pria itu teralihkan pada nya
Sampai di depan pria itu, Azura segera mendudukkan tubuh nya di kursi depan pria itu. Azura melepas kaca mata nya dan berbalik menatap seisi restoran yang masih menatap nya dan pria itu
"Apa kalian bisa memberi kami privasi dari pandangan kalian?"
Suara lembut milik Azura mengalun begitu indah nya, orang orang itu pun segera mengalihkan pandangan nya dari Azura dan pria itu
Merasa puas, Azura pun berbalik kembali menatap pria itu yang juga sedang menatap nya dengan tatapan datar. Dalam beberapa detik, Azura terlena dengan tatapan pria itu tapi dengan cepat Azura menyadar kan diri nya
Azura mengulurkan tangan nya, "Azura Ziana Greyson." Ucap Azura memperkenal kan diri nya
Pria itu hanya menatap datar tangan Azura, merasa di abaikan Azura kesal setengah mati tapi berusaha di tahan nya. Berdehem pelan dan kembali menarik tangan nya
"Saya ga mau basa basi, saya mau bikin penawaran sama om." Ucap Azura
Mendengar itu, pria itu pun kembali menatap Azura dengan alis nya yang di naikkan sebelah. Denzel Gelvano Nathalin, nama pria itu. Denzel merupakan seorang pengusaha sukses yang lebih tinggi sedikit dari Azura, dan pria itu juga menjabat sebagai duda anak satu dan anak nya bernama Deron Nathalin, mantan kekasih Azura
"Saya bakal lakuin apapun yang om mau selagi bukan harga diri saya, tapi om harus mau terikat dengan saya selama tiga bulan." Ucap Azura to the point
Walaupun kecil, Azura masih bisa melihat senyum Denzel sekilas. Membuat Azura sedikit terpana dengan senyum itu
"Kenapa harus saya?" Tanya Denzel
Suara deep Denzel mengalun begitu saja di telinga Azura
"Karna cuma om doang yang bisa bantuin saya, saya mau balas dendam sama anak om. Anak om udah selingkuh di belakang saya, jadi saya mau om jadi pacar pura pura saya selama tiga bulan itu supaya dendam saya kebalas." Jelas Azura
Denzel sedikit kaget dengan ucapan gadis di depan nya ini, bagaimana tidak. Ini pertama kali nya dia menemui perempuan segila Azura. Hanya demi membalas dendam nya pada mantan nya, Azura berani berbuat sejauh ini
"Dia anak saya, dan kamu meminta saya untuk membantu kamu menghancurkan anak saya sendiri?" Tanya Denzel
"Saya bakal lakuin apapun om kecuali harga diri saya, tapi tolong bantuin saya om. Please, cuman ini cara yang bisa pikirin, saya ga tau lagi mau gimana kalau om ga bantuin saya." Ucap Azura memohon
Kesan anggun pada awal nya hilang begitu saja karena tingkah Azura sekarang
"Termasuk perusahaan kamu?" Tanya Denzel
Azura mengangguk dengan cepat dan tanpa ragu, "Saya bakal kasih ke om perusahaan saya, asalkan om mau bantuin saya." Ucap Azura
Denzel tertawa pelan, setelah sekian lama akhir nya diri nya menemukan sesuatu yang lucu hingga membuat nya tertawa
"Tapi bukan kah ini terlalu ekstrim? Saya ayah dari mantan pacar kamu, dan kamu ingin mengencani saya hanya untuk balas dendam? Ini hal gila yang pernah saya tahu, apa kamu pikir dengan rencana kamu ini, Deron akan hancur?" Tanya Denzel
"Pura pura!" Tekan Azura
"Kalau om udah setuju, om cuma perlu jalanin peran sebagai pacar saya. Sisa nya akan saya urus dan akan saya pastikan pria b******k itu hancur." Ucap Azura penuh tekanan karena merasa marah dengan Deron
Denzel geleng geleng kepala, "Apa kamu sadar sedang berbicara dengan siapa?" Tanya Denzel
"Hm, jadi please tolongin saya yah om?" Mohon Azura dengan wajah memelas
's****n!' Umpat Denzel dalam hati
TBC
See you next chapter