WARNING!! MENGANDUNG PART 21+, BIJAKLAH DALAM MEMBACA. === ===== Hening ... Setelah Aulia berhasil menutup mulutnya dengan cepat menggunakan selimut yang ada di dekatnya, kini baik Aulia maupun Rayhan sama-sama terdiam. Mereka masih membeku di posisinya masing-masing. “Sayang ... aman?” tanya Rayhan sebelum membuat pergerakan lagi. Baru saja, pria itu merasakan miliknya menembus sesuatu. Ia juga merasakan sensasi yang aneh pada benda tumpul itu. “Sa—sakit sekali, Kak,” rintih Aulia seraya melepaskan selimut itu dari mulutnya. “Maaf ....” lirih Rayhan seraya mulai membuat pergerakan secara perlahan-lahan. “K—kak ... k—kok jadi be—beda ...,” racau Aulia. “Bagaimana, masih sakit?” “I—iya ... tapi?” “Tapi apa, Sayang ....” Pria itu mulai sedikit mempercepat pergerakannya. “Ngilu

