Kota Bandung, Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara Aulia tercenung sesaat setelah sampai di depan gedung bandara. Sepuluh tahun sudah ia meninggalkan tanah kelahirannya dan selama itu tidak pernah sekali pun ia menginjakkan kaki lagi di kota kembang itu. Aulia merasakan udara yang berbeda yang ia hirup masuk ke dalam paru-parunya. Udara kota kembang terasa sangat berbeda di tubuh Aulia, seakan ia merasakan jika ibunya tengah membelai wajahnya saat ini. Cukup lama Aulia tercenung hingga Soni menyentuh bahu putrinya sehingga menyentak lamunan Aulia. “Nak, apa yang Aulia pikirkan?” “Tidak ada, Pa. Aulia hanya rindu udara kota ini. Sudah sangat lama Aulia meninggalkan kota ini. Waktu itu Aulia masih berusia delapan tahun.” Kali ini, Soni yang tercenung. Ia ingat betul bagaimana

