BAB 71 – Deden?

1627 Words

“Haduh ... manten baru, mama kira nggak akan ingat keluar kamar, hehehe ....” Andhini menggoda putrinya yang baru saja keluar kamar bersama Rayhan. “Mama ....” Aulia mengerucutkan bibirnya seraya melabuhkan peluk ke tubuh Andhini. “Jebol?” bisik Andhini seraya mencolek pinggang putrinya. “Mama ...,” lirih Aulia, ia jengah. “Jebol nggak? Tokcer nggak?” bisik Andhini, lagi. “Mama, ah ... malu tahu kalau sampai di dengar yang lain,” balas Aulia. Mukanya memerah. Andhini tersenyum lebar, sebelum ia melanjutkan lagi candaanya, tiba-tiba ia mendengar sirine peringatan yang sudah menandakan gawat darurat. Krucuukk ... Krucuukk ... “Lapar?” tanya Andhini. “Gimana nggak lapar, mainnya kayak gitu. Cape tahu, Ma,” seloroh Aulia dengan polosnya. “Jebol dong?” bisik Andhini lagi. Kali ini di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD