“Aaahhh ....” Alesha tiba-tiba berteriak. Malam yang gelap berubah semakin mencekam. Seseorang terkapar di atas tanah dengan kepala berlumuran darah. Pria itu tersungkur tak sadarkan diri. Alesha terduduk seraya menutup mulutnya dengan ke dua tangannya. Gadis itu seketika mengigil. “Alesha ... cepat kita pergi dari sini!” lirih Andre. “Ta—tapi ... bagaimana dengan orang ini?” “Sudah, biarkan saja. Cepat kamu naik ke mobilmu, aku akan mengikuti dari belakang.” Andre dengan cepat menarik lengan Alesha dan membiarkan pria itu terkapar di atas tanah dengan kepala berlumuran darah. “Andre, aku takut mengendarai mobil sendiri.” Alesha enggan masuk ke dalam mobilnya. “Tidak apa-apa. Aku akan mengiringi dari belakang. Aku akan pastikan kamu aman sampai rumah.” Alesha seketika memeluk Andre

