“Mama ... sakit ... ya Allah ... Aaahhh ....” Asri terus merintih dan terpekik. “Dokter, tolong ... bayinya keluar.” Dokter Syahnaz yang baru saja sampai di depan pintu, kembali memutar tubuhnya dan masuk ke dalam ruang bersalin. “Ayo, Asri ... sedikit lagi ... kepala bayinya sudah mulai kelihatan.” “AAAHHHH ....” Asri terpekik panjang. Bayi laki-laki itu pun akhirnya keluar dengan selamat. Suara tangisnya yang begitu nyaring, terdengar hingga luar kamar bersalin. Semua yang mendengarkan, mengucap syukur dan bernapas lega. Asri terkulai lemas, sementara Andhini masih setia di sisi Asri. Andhini menyeka peluh yang mengucur seraya menciumi kening putri sambungnya itu. “Sayang, bayi teteh sudah lahir. Laki-laki dan sangat tampan,” bisik Andhini menyemangati putrinya. “Alhamdulillah

