BAB 51 – Gelisah

1609 Words

Bandung, Kediaman Reinald. Prank ...!! Andhini menjatuhkan gelas yang tengah ia pegang. “Ada apa, Sayang ....” Reinald seketika mendekati istrinya yang tampak cemas. “Entahlah, Pa. Aku mengkhawatirkan sesuatu.” Andhini memegang dadanya sementara Santi mulai membereskan pecahan beling dari gelas yang sudah dijatuhkan Andhini. “Santi, tolong ambilkan segelas air minum,” perintah Reinald seraya menuntun Andhini duduk di kursi makan. “Ini, Pak.” Dengan ramah, Santi memberikan segelas air mineral kepada Reinald. “Sayang, minum dulu air ini.” Reinald memberikan air itu kepada istrinya. “Terima kasih, Pa.” Andhini menghabiskan segelas air mineral itu hanya dalam satu kali tegukan. “Apa yang terjadi?” Andhini menggeleng, “Entahlah, Pa. Coba hubungi Asri dan Aulia. Aku mencemaskan mereka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD