Ayah Terhebat 20

1879 Words

Satu bulan berlalu, Aswat tak kunjung dapat pekerjaan. Tiap hari dia kerja serabutan, itupun terkadang satu harian tidak bekerja karena tidak ada job. Terpaksa mengambil uang tabungan lagi dan lagi. Aswat lelah dengan keadaan sekarang, tetapi dia tidak boleh menyerah. Kehidupan akan berlanjut meski terpuruknya ekonomi mereka sekarang. “Mas ....” Aswat bisa merasakan tangan Dewi menyentuh bahunya, tiap malam begini mereka akan bercerita hingga tertidur atau berunding tentang kelanjutan hidup besok. “Aku ada ide,” ujar Dewi lagi. Alis Aswat naik satu. “Ide?” beonya. Dewi mengangguk pelan, perlahan duduk di sebelah Aswat. Tempat tidur bahkan sudah terjual karena ekonomi yang menurun drastis, hanya tersisa kasur yang ditaruh dilantai dan dilapisi oleh karpet itu. Ini seperti awal-awal m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD