92. Happy Ending

1400 Words

"Aku belum sempat berterimakasih sama Mas Aldric soal kaki aku kemarin, Mas..." Khavi menatap Launa yang kini sudah menundukkan kepalanya dan mengaduk-aduk es krim miliknya tanpa minat. Khavi menghela nafas pendek, "Kamu mau ketemu sama Aldric?" Launa menggendikkan bahunya, "Aku masih ragu." Khavi merotasi bola matanya mendengar jawaban Launa, "Isi kepala kamu rumit padahal gampang tinggal kamu terima Aldric dan kalian bahagia sama-sama." "Tapi, Mas. Mbak Adel-" Khavi mengerutkan alisnya dalam, "Kenapa sama Adel? Mas pernah ketemu dia dan dia baik-baik aja. Kenapa malah kamu mikirin Si Adel?" "Mas-" "Seingat Mas, Aldric pernah cerita kalau Adelia sendiri sudah tau dari awal Aldric itu sukanya sama kamu dan dia sadar kalau yang salah Aldric dan kamu sama sekali enggak ganggu hubungan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD