Launa kini berada di dalam sebuah apartemen yang jelas tidak asing baginya. Apartemen yang tadinya kosong kini ternyata sudah terisi oleh perabotan. Desain dalam apartemen itu pun masih jelas Launa ingat. Ini desain yang ia buat. Launa masuk ke dalam sebuah ruangan yang seharusnya menjadi kamar utama dalam ruangan itu. Di sana Launa berdiri dan menatap lurus ke arah jendela yang menampilkan pemandangan kota yang bukan pertama kalinya ia lihat. Launa nekat datang setelah memikirkan semua matang-matang dan akhirnya disinilah Launa berada. Dengan segala keberanian yang wanita itu miliki akhirnya Launa mendatangi apartemen itu dengan satu tujuan yang ia pegang teguh. "Laa... Lala.... Launa..." Launa menoleh. Matanya bertemu dengan mata Aldric. Aldric datang dengan nafas memburu dan pria itu

