Khavi senang luar biasa melihat Febby muncul dihadapannya saat ini. Rencana gilanya ternyata berhasil. Walau dengan resiko bisa masuk penjara karena ia masuk ke dalam apartemen Febby diam-diam namun kegilaannya ini terbayar karena akhirnya ia bisa bertemu dengan Febby setelah beberapa hari ia gagal bertemu dengan Febby berdua seperti ini. Tidak ada suster diantara mereka, hanya ada Khavi dan Febby. Namun melihat raut kesal di wajah Febby dan ekspresi Febby seperti ingin menyembur dirinya dengan segala omelan yang sudah wanita itu persiapkan Khavi pun langsung mengambil langkah cepat dengan mengangkat kedua tangannya. Ya. Khavi mengangkat kedua tangannya. Ia menyerah dan mengakui kesalahannya sambil tersenyum manis tentunya. Ekspresi Febby yang tadinya seperti gunung yang siap meletus me

