Roro terbangun tanpa ada siapa-siapa di sampingnya. Tangannya terulur memijit kepalan yang terasa pening karena ingatan tadi sebelum pingsan. Semua kejadian kembali bergulir di dalam memori otaknya sampai dadanya kembali merasa sesak. Roro menarik nafas, dengan mata terpejam, dan menghembuskannya perlahan untuk menenangkan hati supaya tidak terlalu sakit ketika mengingat apa yang harimau putih katakan. Setelah bisa menguasai diri dan sedikit meredam perasaan yang menggumpal dalam d**a, akhirnya Roro membuka mata perlahan tanpa berhenti menarik nafas juga menghembuskannya perlahan. Setelah beberapa saat, hatinya mulai tenang. Roro menatap sekeliling yang tetap tidak melihat siapa-siapa. Tetapi Bibirnya malah tersenyum mendapat pakta itu, dia terbangun ketika teringat buku yang tadi dia t

