Mulut Roro mengatup diam ketika netra matanya bertemu dengan netra mata sang Nenek yang menatapnya serius. Ada rasa takut menghinggapi naluri jiwanya, ketika mata itu terlihat sudah memancarkan keseriusan pada pandangannya. Walaupun sudah menjadi penguasa nomor satu dan di segani seluruh rakyat di Negeri Lotus, tapi hubungan antara Nenek dan cucu tidak pernah Roro lupakan, sebab bagaimanapun juga sang Neneklah yang sudah membesarkan dia dengan kasih sayang sampai tidak menganggap anaknya ada. Begitu juga bagi sang Nenek, dia tidak pernah canggung memarahi ataupun memukul sang cucu bila dia merasakan sang Ratu melenceng dari jalan yang sudah di wariskan sang Raja terdahulu. Baginya Roro itu bukan hanya Ratu bagi seluruh rakyat Negeri Lotus tapi Juga cucu yang selalu ada dalam susah da

