Tiga Asmara

1043 Words

Praça do Comércio. "Bisa dibilang, ini tuh alun-alun. Kebetulan yang bikin beda dari alun-alun lain yang selalu berada di tengah-tengah kota, nah yang ini alun-alunnya malah menghadap ke pelabuhan Lisbon." Dan memang tepat di depan mata mereka ada pelabuhan besar. Ada banyak kapal. Pemandangan sore yang hangat dan mencengangkan tentunya. Membuat tenang juga. "Dulunya kan ini jadi tuan rumah  Istana Kerajaan Ribeira sebelum akhirnya hancur karena gempa bumi." "Pernah terjadi gempa bumi juga, mas?" Abizar mengangguk. Memang Abizar yang bicara. Karena ia cukup tahu tempat ini dari apa yang ia baca tentunya. "Itu patung apa, mas?" "Itu patung Raja José I." Ada patung seorang raja yang berada di atas kudanya yang tampak sedang membunuh ular-ular yang menghalangi jalannya. "Itu sungai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD