Rheina tak punya firasat apapun. Ketika tiba ia sudah melihat keberadaan Reyhan. Lelaki itu tampak asyik mengobrol dengan ibu mertua eh mantan ibu mertua kali ya? "Sudah pulang, Rhein?" Rheina mengangguk. "Rafa di mana, mom?" "Rafa ada di atas. Lagi dimandikan." Ia hanya mengangguk tipis ke arah Reyhan kemudian berpamitan ke kamar. Cowok itu tentu saja terus menatap ke arahnya. Tapi ia tak begitu perduli. Kenapa? Ya untuk apa perduli sih? Sementara Reyhan masih mengingat ucapan ibunya tadi. "Rasydan dan Rheina belum kahwin lagi." "Tetapi bagaimana mereka boleh mempunyai anak?" Ibunya hanya diam. Hal yang tentu saja membuat Reyhan bisa menyimpulkan sesuatu. "Adakah Rafa itu....anak Reyhan, mom?" Ibunya lagi-lagi hanya diam. Namun tangis getar sudah pecah dari anaknya. Ibunya t

