Maaf

2037 Words

Florence. Mereka tiba sekitar jam 9 malam. Yeah molor dari perkiraan Selina. Ia menguap ketika turun dari bus. Mereka naik taksi. Empat perempuan duduk bersempit-sempitan di kursi belakang. Sementara Abizar duduk di samping supirnya. "Muat kan ya?" "Tenang, mas, Eshal bisa dipangku kok." Eshal terkekeh. Ia memang dianggap paling kecil dibandingkan yang lain. Perjalanan dari terminal menuju tempat penginapan ya sekitar setengah jam lah. Mereka menginap di apartemen kali ini. Ya satu apartemen dengan Abizar. Tapi ada banyak kamar kok. Jadi? Biar gak sumpek, Abizar menyuruh Maira dan Aliza satu kamar dan ya Eshal serta Selina di kamar yang lain. Eshal dan Selina sama-sama tak tidur karena harus kuliah. Keduanya bergantian mandi lalu makan dan sambil mengusir rasa kantuk ya mengobrol. K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD