Zermatt

2009 Words

"Suka sama Eshal?" Dari awal, mamanya tentu sudah menyadari. Hanafi hanya bisa tersenyum kecil. Ini obrolan mereka menjelang subuh. Karena sudah terbiasa bangun pagi sekali di Indonesia jadi ya begini. Mamanya juga gak pernah keninggalkan tahajud. Dari pertama kali Hanafi melihat Eshal di pintu lift itu saja, matanya tak bisa teralihkan. Menatap begitu saja. Ia tak tahu kenapa langsung tertarik dengannya. Perasaan itu muncul begitu saja tanpa bisa ia cegah. Ya terlepas bahaimana cantiknya Eshal, menurutnya bagian paling menarik justru bukan soal fisik. Lantas apa? Sikap kali ya? Walau itu tak langsung kelihatan pada pandangan pertama. Namun ia merasa kalau perempuan ini baik. Makanya, ia suka. Lantas apa Eshal juga menatapnya? Betul. Eshal menatapnya juga. Tapi benar-benar tak sengaj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD