Ingin Lari

1035 Words

"Bani gimana, Yu?" Rasanya ia sudah absen selama dua minggu. Ya tak bertanya sama sekali kabarnya Bani. Karena ia sibuk dengan berbagai tugas di kampus. Ia bisa mendengar suara helaan nafas dari Ayu yang tampaknya berat. Sepertinya sih hanya akan mengatakan hal yang sama. "Lo pasti udah tahu jawaban gue." Bahkan ya bisa dibilang ini sudah hampir dua bulan sejak kejadian itu. Kakaknya juga sudah divonis hukuman seumur hidup. Karena memang ya pembunuhan yang bisa dibilang direncakan. Sementara ibunya juga pusing lah karena istri kakaknya menuntut nafkah dari si ibu. Si ibu tak mau. Ya enak saja. Bani jadi terkapar begini tak bangun-bangun. Padahal banyak tanggung jawab yang harus dipegang. "Hei, tan." Ayu muncul. Tentu dengan membawa ponsel. Ia tak ingin Saras mematikan panggilan videon

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD