Pandangan Aric terjatuh ke wajah Calla, pria itu bisa melihat apa yang di pikirkan gadis itu. Calla tidak pandai berbohong. “Kau tetap cantik dengan pakaian apapun.” Jawab Aric. “Kemarilah. Berhentilah merasa malu.” Wajah Calla memerah seketika, Aric sangat pandai berucap manis. Perlahan Calla mendekat dan duduk di samping Aric. “Kemana Calla yang aku kenal percaya diri?.” Tanya Aric seraya menarik helaian rambut Calla dan menyampirkannya di belakang telinga. Pria itu bergeser mengikis jaraknya bersama Calla. Perlahan Calla menatap Aric, matanya yang sedikit berkaca-kaca menatap lembut pria itu. “Aku tidak akan pernah bisa percaya diri saat melakukan kesalahan. Selingkuh bukanlah hal yang benar. Aku juga berpikir, mungkin seseorang memang pantas memukulku sebagai karma karena sudah ber

