Hari hari berlalu begitu cepat Ayaz dan Sabrina semangkin mesra di setiap waktu dan kesempatan. Mobil Ayaz berhenti tepat di depan gedung perkantoran yang Ayaz lihat lumayan besar ia berhenti tepat di depan kantor tersebut menurunkan istrinya yang akan bekerja disana selama dua bulan. Ayaz memandang istrinya sambil tersenyum. "Sudah sampai?" ucap Ayaz saat mobil berhenti di halaman kantor. Sabrina mengangguk hendak keluar mobil. Tapi Ayaz menghentikan gerakannya membuat Sabrina menoleh memandang suaminya. "Sun nya mana?" Sabrina tersenyum lalu mengecup pipi Ayaz singkat. "Kok disitu?" "Lalu dimana? Mas nanti terlambat ke kantor loh?" jawab Sabrina mencoba memperingati suaminya. Ayaz menarik tengkuk istrinya lalu mengecup bibir merah muda Sabrina cukup lama lalu melepasnya menunjukkan

