Ayaz masih betah diam membisu saat mamanya sudah pergi setengah jam yang lalu, menyisakan Daniel dan Ayaz didalam ruangan tersebut. Daniel memandang sepupunya itu dengan dahi berkerut melihat Ayaz seperti orang tak mempunyai semangat hidup. "Kamu kenapa?" Ayaz hanya memandang sepupunya dengan wajah malas lalu mengusap wajahnya dan menyugar rambutnya ia merasa buntu entah kemana harus mencari Sabrina, berbulan bulan bersama Sabrina tidak pernah ia tahu apa kesukaan Sabrina, kebiasaannya, rutinitasnya karena mereka memang tidak sedekat itu batin Ayaz. Ia masih juga terdiam mengabaikan pertanyaan dari Daniel yang menatapnya semangkin curiga. "Loe ada masalah?" "Kamu bisa keluar gak dari ruangan ini!" Ucap Ayaz mencoba mengusir sepupunya yang mengganggu jalan pikirannya semangkin runyam. "

