Sabrina melepas mukenanya setelah ia melaksanakan kewajibannya. Ayaz masuk dari luar kamar penginapan tampak masih rapi saat kembali dari mushola yang tidak jauh dari area penginapan mereka. Waktu menunjukan pukul enam pagi Sabrina berjalan mendekati Ayaz dan langsung mengambil tangannya mencium tangan suaminya yang baru saja selesai beribadah, serta Ayaz mencium kening Sabrina lembut. Ayaz memandang istrinya dengan tatapan yang Sabrina tahu apa maksudnya membuat Sabrina menunduk malu malu. "Kamu masih sibuk?" "Kenapa Mas?" "Gak apa apa, Mas sedikit capek, bisa pijitin Mas sebentar." Ucap Ayaz sembari berbaring di ranjangnya. Menarik Sabrina agar lebih mendekat padanya. Sabrina menuruti kemauan suaminya. Sabrina hanya bisa menghela nafasnya Ayaz begitu manja padanya. Pasalnya hampir lim

