"Monggo, Pak." "Loh, Mas Adit ada di rumah, tho?! Kapan pulangnya Mas?!" "Semalam, Pak!" "Hoalah... Ya wis, duluan kalau begitu. Main, Mas ke rumah." "Monggo - monggo nderek'aken (mempersilahkan untuk pergi). Nggih, kapan - kapan, Pak hehehe." Beginilah rutinitas Aditama saat berad di kampung, di rumah orang tuanya. Bangun pagi sudah menjadi kebiasaannya. Sepertinya, mau selarut apa pun dia tidur, dia akan bangun saat subuh. Dan kalau tidur setelah subuh, dia akan bangun di jam delapan pagi. Polanya sudah terbentuk seperti itu sejak kecil. Setelah bangun, dia akan menuang teh yang sudah di seduh Ibunya di dalam teko keramik yang sudah menemani keluarga mereka minum teh selama bertahun - tahun dan membawa cangkirnya ke luar menuju teras. Di sana dia hanya akan duduk dan bermain ponsel

