"Gusti, Pak... pie iki, anake dewe kok ora sadar - sadar. Gimana ini, Pak, anaknya kok nggak sadar - sadar." Ibunya Marsih sambat dengan tangis tersedu sambil memijiti bagian bawah kakinya. Sementara itu Bapaknya Marsih memijiti bagian lengannya sambil sesekali menempelkan botol minyak kayu putih yang terbuka di bawah hidung anaknya yang sedang terbaring tak sadarkan diri itu. Ini semua bermula saat mereka kedatangan tamu beberapa saat lalu. Tamu yang membuat mereka semua kaget karena ternyata adalah dua orang berseragam polisi. Kekagetan mereka semakin menjadi saat mendengar kabar yang mereka bawa. "Benar ini rumah anak Farhan Muhammad?" "Betul, Pak, ada apa, ya?" Mereka bertanya dengan nada khawatir yang tidak disembunyikan. Awalnya, mereka mengira terjadi sesuatu dengan Farhan, mun

