Katon tersenyum melihat uang yang ada dalam safety box kecil miliknya. Ditambah dengan yang ada di ATM, rasanya ia sudah bisa membeli secara tunai sebuah rumah sederhana berikut sebuah motor matic baru. Bisnis menjadi kurir n*****a yang ia jalani memang sangat menjanjikan. Selama itu dilakukan dengan hati-hati tanpa terendus kepolisian, segalanya aman-aman saja. Bosan dengan mengkonsumsi sayur bening atau mie instan setiap hari, ia kini mulai bisa memilih restoran mahal untuk menjadi tempat makan siang dan malamnya. Bagi Katon, tindakannya memang menyesatkan. Entah berapa orang terpapar dan kemudian masa depannya hancur. Tapi ia tak peduli. Toh mereka juga tak peduli dirinya membusuk ditelan kemiskinan. Jadi itu bukan kesalahannya. Itu keteledoran pembeli yang mau saja dibodohi dengan me

